Langsung ke konten utama

SIKLON TROPIS


Siklon tropis adalah badai tropis yang membentuk spiral raksasa denga kecepatan lebih dari 160 mil per jam. Siklon tropis disebabkan oleh beberapa factor diantaranya:
·         suhu permukaan laut setidaknya 26.50C dengan pencampuran setidaknya pada ketinggian 50 m yang menyebabkan kondisi atmosfer di atas mencadi cukup stabil untuk mempertahankan konveksi dan badai.
·         Pendingin yang cepat seiring bertambahnya ketinggian yang memungkinkan terjadinya pelepasan panas kondensasi
·         Kelembapan yang tinggi di bagian atas troposfer hingga bagian pertengahan troposfer yang dapat menyebabkan gangguan tersebut semakin berkembang.
·         Umumnya terbentuk di lintang yang lebih dari 50 atau 555 km dari ekuator untuk mendapatkan gaya coriolis yang cukup agar terbentuk sirkulasi.
·         Sudah ada system cuaca yang terganggu.
Tahap pembentukan siklon tropis dimulai dari gangguan tropis (Kumpulan beberapa sistem hujan badai  (thunderstorms) dengan isobar sedikit melengkung, Kecepatan angin kurang dari 20 knot) kemudian dilanjutkan dengan Depresi Tropis (Kumpulan Thunderstorm lebih terorganisir, Ada satu isobar tertutup, Kecapatan angin antara 20-34 knot), selanjutnya Badai Tropis (Sistem berotasi berlawanan jarum jam di BBU dan sebaliknya di BBS, tetapi belum ada “MATA”, Ada 2 (dua) isobar tertutup, Kecapatan Angin antara 35-64 knot), dan tahap terakhir yaitu Siklon Tropis (Mata siklon sudah terbentuk , Ada minimal 3 (tiga) isobar tertutup,  Kecepatan angin melebihi 64 knot).
Badai tropis pada umumnya tumbuh dan berkembang di wilayah perairan bebas seperti lautan yang tidak didiami manusia kecuali untuk pelayaran. Oleh karena itu jarang terjadi bencana akibat badai tropis pada manusia. Walaupun demikian, pergerakan badai tropis dapat mengarah ke daratan dan bila hal ini terjadi akan timbul bencana yang menewaskan ribuan manusia dengan kerugian material mencapai jutaan dollar .
Siklon tropis pada lautan terbuka akan menimbulkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin berkecepatan tinggi, sehingga mengganggu jadwal pelayaran bahkan menenggelamkan kapal-kapal. Walau demikian, dampak terbesar dari siklon tropis terjadi apabila siklon tropis bergerak ke arah daratan dan menyebabkan tanah runtuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KTM (Kartu Tanda berkeMahasiswaan)

Siapa kamu? kenapa kamu di sini? apa tujuanmu? pertanyaan-pertanyaan ini sudah seharusnya kita tanyakan pada diri kita sendiri yang ngakunya sebagai "Mahasiswa". siapa sih sebenarnya kita? pertanyaan ini merujuk kepada jawaban akan identitas kita, jati diri kita, bukan hanya status. Nah, identitas mahasiswa yang seperti apa sih yang kita miliki? dalam OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) disampaikan materi mengenai hakikat hidup, identitas mahasiswa, asean community, dan berkemahasiswaan, yang tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai yang baik kepada para mahasiswa baru juga kepada panitianya. seberapa pentingkah materi itu untuk disampaikan? jawabannya sangat penting. coba bayangkan saja seandainya materi tersebut tidak tersampaikan, apakah mereka dapat menentukan identitas dirinya sebagai mahasiswa dengan sendirinya? lalu, isu-isu global yang sedang hangat dibicarakan, apakah mereka memikirkan dan sedang mempersiapkan diri untuk itu? mengenai identitas mahasiswa it...

EFEK GAS RUMAH KACA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN RUMUS CLAUSIUS-CLAYPERON

Gas rumah kaca merupakan gas yang terdapat di atmosfer   yang mereduksi pelepasan panas oleh permukaan bumi dan dapat mempengaruhi temperature global. Atmosfer bumi dapat menyerap radiasi datang matahari kemudian memanaskan bumi. Radiasi yang datang dari matahari sekitar 343 W/   sedangkan yang diserap oleh permukaan bumi sekitar 168 W/ . Gas tersebut sangat penting dalam menjaga suhu di bumi agar tetap bisa ditinggali oleh mahluk hidup, sehingga tanpa adanya gas rumah kaca suhu di bumi akan sangat dingin (sekitar -19 o C). Gas rumah kaca di atmosfer tergolong gas variabel karena konsentrasinya dapat berubah terhadap ruang dan waktu. Jika diurutkan dari yang volumenya tertinggi ke terendah, gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi antara lain uap air (H 2 O), karbon dioksida (CO 2 ), metana (CH 4 ), dinitrogen oksida (N 2 O), chlorofluorocarbon (CFC), dan ozon (O 3 ). Sumber gas rumah kaca paling banyak diakibatkan oleh proses-proses alami dan antropogenik. Sebelum adanya mas...

PROYEKSI PERUBAHAN TEMPERATUR GLOBAL TERHADAP KENAIKAN MUKA LAUT DI PULAU - PULAU DI INDONESIA 100 TAHUN MENDATANG.

Nama: Lilik Bayyinah NIM: 12813031 Hasil analisis proyeksi SPL memperlihatkan adanya kenaikan rata-rata mencapai 1–1.2 °C pada tahun 2050 relatif terhadap SPL tahun 2000 (Bappenas, 2010b). Tren kenaikan ini masih dalam rentang kenaikan temperatur global sehingga cukup konsisten dengan hasil analisis model-model AR4-IPCC untuk temperature permukaan. Meskipun demikian, seperti dijelaskan sebelumnya, pengaruh keragaman iklim global terhadap variasi SPL di perairan Indonesia sangat signifikan. Sebagai contoh, kejadian El Nino dan DM (+) kuat pada tahun 1997/98 menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap lingkungan perairan Indonesia yang berakibat kepada kerusakan terumbu karang. Kenaikan TML atau sea lever rise (SLR) memberikan potensi ancaman yang sangat besar terhadap Indonesia yang terdiri dari banyak pulau besar dan kecil. Pada tahun 2050, SLR akibat pemanasan global diproyeksikan mencapai 35–40 cm relatif terhadap nilai tahun 2000. Berdasarkan hasil ini, SLR maksi...