Sistem iklim di bumi merupakan
proses kompleks yang melibatkan semua
bagian bumi, litosfer, atmosfer,
kriosfer, hidrosfer, biosfer. Dari komponen-komponen tersebut, yang paling
mempengaruhi perubahan iklim di bumi adalah atmosfer. Ada 2 mekanisme umpan
balik dalam sistem iklim yaitu positive
feedback dan negative feedback:
·
Positive feedback: Peningkatan kandungan gas CO2
di atmosfer -> Surplus energi di Bumi -> Suhu rata-rata di Bumi meningkat
-> Daya serap lautan terhadap CO2 berkurang -> Kandungan gas
CO2 di atmosfer meningkat
·
Negative feedback: Kandungan gas CO2 di
atmosfer meningkat -> Pertumbuhan vegetasi meningkat -> Regenerasi
tumbuhan meningkat -> Fotosintesis semakin banyak terjadi -> Penurunan
kandungan gas CO2 di atmosfer.
Sistem iklim ini dapat berubah
karena beberapa faktor diantaranya dinamika komponen internal iklim dan faktor
pendorong dari luar. Faktor pendorong dari luar tersebut meliputi fenomena
alamiah dan antroposfer (perubahan akibat aktivitas manusia).
Radiasi matahari merupakan sumber
energi utama bagi sistem iklim di Bumi. Terdapat 3 cara yang dapat mengubah
kesetimbangan radiasi di Bumi, yaitu:
1.
Mengubah
jumlah radiasi Matahari yang masuk ke sistem Bumi
2.
Mengubah
albedo permukaan di Bumi
3.
Mengubah
panjang gelombang radiasi dari Bumi yang dipantulkan atau dipancarkan ke luar
angkasa
Efek
rumah kaca dapat menghambat pemancaran radiasi gelombang panjang ke atmosfer
dan permukaan bumi. Dalam jumlah yang normal gas-gas rumah kaca berperan
penting dalam menjaga suhu di bumi. Tetapi jika terjadi peningkatan gas-gas
tersebut di atmosfer dapat menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan
bumi. Suhu rata-rata permukaan Bumi relatif konstan dari waktu ke waktu yaitu sebesar
150C. Hal ini membuktikan bahwa terjadi kesetimbangan antara radiasi
yang datang dari Matahari dengan radiasi yang dipancarkan kembali oleh
permukaan Bumi.
Dari 100 % radiasi Matahari yang
mencapai Bumi, sekitar 50% yang mencapai permukaan bumi dan 50% lainnya tidak
sampai ke permukaan bumi. Karena Bumi berbentuk bulat, daerah tropis lebih
banyak menerima energi radiasi Matahari daripada daerah kutub. Oleh karena itu,
terjadi perpindahan energi (transfer panas) dari daerah tropis ke kutub melalui
perantara litosfer, atmosfer, dan hidrosfer.
Berikut rincian radiasi yang
diserap dan dipantulkan:
50%
yang mencapai permukaan bumi: 45%
diserap oleh permukaan bumi dan 5% dipantulkan oleh tanah.
50%
yang tidak mencapai permukaan bumi: 25%
diserap oleh atmosfer, 19% dipantulkan melalui awan, dan 6% di scattering
kembali melalui atmosfer.
Energi
dari Matahari yang diterima oleh permukaan dan atmosfer Bumi dilepaskan ke luar
angkasa melalui berbagai macam proses, antara lain evaporasi, konveksi, dan
radiasi.
Komentar
Posting Komentar