Langsung ke konten utama

RESUME FILM “AN INCONVENIENT TRUTH”


Film An Inconvenient Truth adalah film dokumenter yang menceritakan tentang pemanasan global yang saat ini sedang terjadi. Al Gore merupakan  tokoh utama dari film ini menjelaskan hal – hal apa saja yang sedang terjadi pada bumi kita. Termasuk fakta tentang lingkungan yang banyak dari kita tidak mengetahuinya.

Banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global tersebut, contohnya bagian-bagian bumi yang terdapat glasier (Gunung Kilimanjaro, Taman Nasional Glasier, Columbia, Pegunungan Himalaya, Pegunungan Alpen) menjadi mencair dan rusak. Jika hal ini terus menerus terjadi dan jika seluruh es di dunia  mencair, para peneliti memperkirakan bahwa sebagian dari bumi akan tenggelam karena permukaan laut akan meningkat menjadi 20 kaki. Selain dampak tersebut ada dampak lain yang diakibatkan oleh pemanasan global tersebut yaitu terjadinya gelombang panas yang mempunyai suhu tertinggi hingga lebih dari 50o C dan menewaskan puluhan ribu jiwa di berbagai wilayah bumi, sebagian wilayah kekeringan yang luar biasa dan sebagian lain meningkatnya curah hujan. Pemanasan Global juga dapat mengakibatkan badai dan angin puting beliung yang juga merugikan banyak pihak.

Pemanasan global diakibatkan oleh banyak hal diantaranya meningkatnya kadar gas  di atmosfer dan gas-gas lain yang mengganggu radiasi matahari ke bumi. Saat ini kadar gas  sudah melebihi angka 300 ppm dan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini akan berakibat naiknya temperatur di bumi karena menahan lebih banyak udara panas dari sinar matahari di dalam bumi. Para peneliti memperkirakan 50 tahun yang akan datang, kadar gas  akan sangat melebihi batas normal. Cina merupakan salah satu negara yang menyumbangkan emisi gas  terbanyak setelah Amerika Serikat. Penyebab lain dari pemanasan global yang jarang kita ketahui adalah  penggunaan teknologi tinggi seperti nuklir. Kebakaran hutan yang terjadi di bagian negara yang tropis juga menyumbangkan banyak gas .

Populasi penduduk dunia yang meningkat pun turut menjadi penyebab adanya pemanasan global. Penggundulan hutan banyak terjadi dalam rangka pemenuhan kebutuhan bagi manusia itu sendiri seperti mendirikan rumah, dan lain-lain. Selain itu lahan menjadi semakin sempit dan beralih fungsi untuk pembangunan perumahan ataupun gedung-gedung bertingkat.

Jika kondisi tersebut terus-menerus kita biarkan, bisa diprediksi bahwa pemanasan global bukan lagi menjadi isu belaka melainkan kejadian nyata yang nantinya akan menimbulkan dampak-dampak yang mengerikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita sadar akan pentingnya alam bagi kita. Kita harus mulai peduli dengan lingkungan sekitar kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KTM (Kartu Tanda berkeMahasiswaan)

Siapa kamu? kenapa kamu di sini? apa tujuanmu? pertanyaan-pertanyaan ini sudah seharusnya kita tanyakan pada diri kita sendiri yang ngakunya sebagai "Mahasiswa". siapa sih sebenarnya kita? pertanyaan ini merujuk kepada jawaban akan identitas kita, jati diri kita, bukan hanya status. Nah, identitas mahasiswa yang seperti apa sih yang kita miliki? dalam OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) disampaikan materi mengenai hakikat hidup, identitas mahasiswa, asean community, dan berkemahasiswaan, yang tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai yang baik kepada para mahasiswa baru juga kepada panitianya. seberapa pentingkah materi itu untuk disampaikan? jawabannya sangat penting. coba bayangkan saja seandainya materi tersebut tidak tersampaikan, apakah mereka dapat menentukan identitas dirinya sebagai mahasiswa dengan sendirinya? lalu, isu-isu global yang sedang hangat dibicarakan, apakah mereka memikirkan dan sedang mempersiapkan diri untuk itu? mengenai identitas mahasiswa it...

EFEK GAS RUMAH KACA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN RUMUS CLAUSIUS-CLAYPERON

Gas rumah kaca merupakan gas yang terdapat di atmosfer   yang mereduksi pelepasan panas oleh permukaan bumi dan dapat mempengaruhi temperature global. Atmosfer bumi dapat menyerap radiasi datang matahari kemudian memanaskan bumi. Radiasi yang datang dari matahari sekitar 343 W/   sedangkan yang diserap oleh permukaan bumi sekitar 168 W/ . Gas tersebut sangat penting dalam menjaga suhu di bumi agar tetap bisa ditinggali oleh mahluk hidup, sehingga tanpa adanya gas rumah kaca suhu di bumi akan sangat dingin (sekitar -19 o C). Gas rumah kaca di atmosfer tergolong gas variabel karena konsentrasinya dapat berubah terhadap ruang dan waktu. Jika diurutkan dari yang volumenya tertinggi ke terendah, gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi antara lain uap air (H 2 O), karbon dioksida (CO 2 ), metana (CH 4 ), dinitrogen oksida (N 2 O), chlorofluorocarbon (CFC), dan ozon (O 3 ). Sumber gas rumah kaca paling banyak diakibatkan oleh proses-proses alami dan antropogenik. Sebelum adanya mas...

PROYEKSI PERUBAHAN TEMPERATUR GLOBAL TERHADAP KENAIKAN MUKA LAUT DI PULAU - PULAU DI INDONESIA 100 TAHUN MENDATANG.

Nama: Lilik Bayyinah NIM: 12813031 Hasil analisis proyeksi SPL memperlihatkan adanya kenaikan rata-rata mencapai 1–1.2 °C pada tahun 2050 relatif terhadap SPL tahun 2000 (Bappenas, 2010b). Tren kenaikan ini masih dalam rentang kenaikan temperatur global sehingga cukup konsisten dengan hasil analisis model-model AR4-IPCC untuk temperature permukaan. Meskipun demikian, seperti dijelaskan sebelumnya, pengaruh keragaman iklim global terhadap variasi SPL di perairan Indonesia sangat signifikan. Sebagai contoh, kejadian El Nino dan DM (+) kuat pada tahun 1997/98 menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap lingkungan perairan Indonesia yang berakibat kepada kerusakan terumbu karang. Kenaikan TML atau sea lever rise (SLR) memberikan potensi ancaman yang sangat besar terhadap Indonesia yang terdiri dari banyak pulau besar dan kecil. Pada tahun 2050, SLR akibat pemanasan global diproyeksikan mencapai 35–40 cm relatif terhadap nilai tahun 2000. Berdasarkan hasil ini, SLR maksi...