Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

RESUME FILM: “apocalypse?no!”

1. Dalam film ini menceritakan tentang   berbagai kesalahan fakta ilmiah di IPCC (Panel Internasional tentang Perubahan Iklim) laporan dan dalam film Al Gore, dan kemudian ditutup dengan konsekuensi moral dan ekonomi yang serius dari langkah-langkah drastis yang diusulkan global untuk mengurangi emisi. Monckton kemudian menunjukkan bagaimana sejarah data suhu global menyimpang: dalam laporan IPCC 1990 Medieval Warm Period (MWP), di mana suhu naik tiga derajat celsius lebih tinggi dari hari ini, muncul dalam grafik suhu meliputi 1.000 tahun terakhir, tapi ini digantikan di 2.001 laporan dengan apa yang disebut 'hoki-stick' grafik, menghilangkan MWP dan dimaksudkan untuk menunjukkan suhu bumi stabil sampai masa lalu. Dari grafik tersebut kemudian Monckton meyakinkan dengan cara menunjukkan bahwa secara historis tidak pernah ada keterkaitan antara karbon dioksida dan suhu. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir suhu tidak bergerak sesuai dengan prediksi IPCC. Di sisi lain, ...

RESUME FILM “AN INCONVENIENT TRUTH”

Film An Inconvenient Truth adalah film dokumenter yang menceritakan tentang pemanasan global yang saat ini sedang terjadi. Al Gore merupakan   tokoh utama dari film ini menjelaskan hal – hal apa saja yang sedang terjadi pada bumi kita. Termasuk fakta tentang lingkungan yang banyak dari kita tidak mengetahuinya. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global tersebut, contohnya bagian-bagian bumi yang terdapat glasier (Gunung Kilimanjaro, Taman Nasional Glasier, Columbia, Pegunungan Himalaya, Pegunungan Alpen) menjadi mencair dan rusak. Jika hal ini terus menerus terjadi dan jika seluruh es di dunia   mencair, para peneliti memperkirakan bahwa sebagian dari bumi akan tenggelam karena permukaan laut akan meningkat menjadi 20 kaki. Selain dampak tersebut ada dampak lain yang diakibatkan oleh pemanasan global tersebut yaitu terjadinya gelombang panas yang mempunyai suhu tertinggi hingga lebih dari 50 o C dan menewaskan puluhan ribu jiwa di berbagai wilayah bum...

Permasalahan Lingkungan Di Bandung

Daerah aliran sungai (DAS) Cikapundung meliputi wilayah seluas 15.386,5 hektar dengan wilayah administrasi Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung. Sungai Cikapundung berhulu di Gunung Bukit Tunggul, mengalir melalui kota dan mengalir melalui Kabupaten Bandung dan bermuara di Sungai Citarum. Panjang Sungai Cikapundung mencapai 28.000 meter dengan lebar sungai di hulu 22 meter dan di hilir 26 meter. Debit air minimum 6 meter kubik per detik. Karena ruang lingkup kota yang kecil, tidaklah heran lingkungan, dalam hal ini Sungai Cikapundung, menjadi korban akibat kepadatan penduduk dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Bisa dibayangkan jumlah penduduk yang berdomisili di DAS Cikapundung mencapai 750.559 jiwa, dan jumlah penduduk tertinggi di Kelurahan Tamansari 28.729 jiwa. Jangankan dipakai minum, untuk menyiram tanaman atau hanya membasahi jalanan pun, Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung sudah tidak layak lagi. Mulai dari hulu hingga h...

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP BERBAGAI LAPISAN DI BUMI

Perubahan iklim adalah fenomena ulangan karena telah terjadi di masa lalu dan akan terus terjadi di masa mendatang. Masalah yang kita hadapi adalah bagaimana, kapan, di mana, dan seberapa besar perubahan iklim di masa yang akan datang. D ibutuhkan kelengkapan data statistik untuk mengetahui fenomena cuaca ekstrem tersebut. Ada kemungkinan di antara enam komponen iklim sekarang makin terusik. Komponen tersebut berupa atmosfer (udara), litosfer (daratan), hidrosfer (perairan), kriosfer (tutupan es), biosfer (mahluk hidup), humanosfer (manusia). Hal itu mengakibatkan perubahan iklim yang meningkatkan intensitas cuaca ekstrem. Dampak perubahan iklim untuk hidrosfer sendiri adalah terganggunya water balance (neraca kesetimbangan air). Secara umum, bahaya iklim (climatological hazard) yang terkait dengan sektor air adalah : (1) bencana kekeringan, (2) penurunan ketersediaan air, dan (3) bencana banjir.   Adanya peningkatan evapotranspirasi dapat menyebabkan peningkatan kandungan uap...

EFEK GAS RUMAH KACA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN RUMUS CLAUSIUS-CLAYPERON

Gas rumah kaca merupakan gas yang terdapat di atmosfer   yang mereduksi pelepasan panas oleh permukaan bumi dan dapat mempengaruhi temperature global. Atmosfer bumi dapat menyerap radiasi datang matahari kemudian memanaskan bumi. Radiasi yang datang dari matahari sekitar 343 W/   sedangkan yang diserap oleh permukaan bumi sekitar 168 W/ . Gas tersebut sangat penting dalam menjaga suhu di bumi agar tetap bisa ditinggali oleh mahluk hidup, sehingga tanpa adanya gas rumah kaca suhu di bumi akan sangat dingin (sekitar -19 o C). Gas rumah kaca di atmosfer tergolong gas variabel karena konsentrasinya dapat berubah terhadap ruang dan waktu. Jika diurutkan dari yang volumenya tertinggi ke terendah, gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi antara lain uap air (H 2 O), karbon dioksida (CO 2 ), metana (CH 4 ), dinitrogen oksida (N 2 O), chlorofluorocarbon (CFC), dan ozon (O 3 ). Sumber gas rumah kaca paling banyak diakibatkan oleh proses-proses alami dan antropogenik. Sebelum adanya mas...

HUBUNGAN NERACA KESETIMBANGAN RADIASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM

Sistem iklim di bumi merupakan proses kompleks   yang melibatkan semua bagian   bumi, litosfer, atmosfer, kriosfer, hidrosfer, biosfer. Dari komponen-komponen tersebut, yang paling mempengaruhi perubahan iklim di bumi adalah atmosfer. Ada 2 mekanisme umpan balik dalam sistem iklim yaitu positive feedback dan negative feedback : ·          Positive feedback : Peningkatan kandungan gas CO 2 di atmosfer -> Surplus energi di Bumi -> Suhu rata-rata di Bumi meningkat -> Daya serap lautan terhadap CO 2 berkurang -> Kandungan gas CO 2 di atmosfer meningkat ·          Negative feedback : Kandungan gas CO 2 di atmosfer meningkat -> Pertumbuhan vegetasi meningkat -> Regenerasi tumbuhan meningkat -> Fotosintesis semakin banyak terjadi -> Penurunan kandungan gas CO 2 di atmosfer. Sistem iklim ini dapat berubah karena beberapa faktor diantaranya dinamika komponen internal ...

SIKLON TROPIS

Siklon tropis adalah badai tropis yang membentuk spiral raksasa denga kecepatan lebih dari 160 mil per jam. Siklon tropis disebabkan oleh beberapa factor diantaranya: ·          suhu permukaan laut setidaknya 26.5 0 C dengan pencampuran setidaknya pada ketinggian 50 m yang menyebabkan kondisi atmosfer di atas mencadi cukup stabil untuk mempertahankan konveksi dan badai. ·          Pendingin yang cepat seiring bertambahnya ketinggian yang memungkinkan terjadinya pelepasan panas kondensasi ·          Kelembapan yang tinggi di bagian atas troposfer hingga bagian pertengahan troposfer yang dapat menyebabkan gangguan tersebut semakin berkembang. ·          Umumnya terbentuk di lintang yang lebih dari 5 0 atau 555 km dari ekuator untuk mendapatkan gaya coriolis yang cukup agar terbentuk sirkulasi. ·     ...