Langsung ke konten utama

Diksar PKKM 3 "Tanpa Judul"

Sabtu, 20 September 2014

wah ini udah hari Sabtu lagi ya? haaaaa
oke mulai cerita lagi tentang kegiatan PKKM hari ini. judulnya bingung. PKKM itu seperti perjalanan rasa buatku. Perjalanan, rasa, 2 hal yang nampaknya asik untuk dibahas. Tapi saya ngga mau bahas deh, ntar terlalu panjang  ceritanya.

Nah, seperti menebak judul lukisan abstrak, kadang hidup ngga usah dikasih judul cukup jalani saja. Wah kalimat itu yang kini saya rasain banget, sedikit alay sih tapi yaudahlah ya ini kan cerita saya. hari ini tanpa judul, tanpa tujuan,tanpa.. hm.. tanpa apa lagi ya? Tanpa kakak danlap yang satu laginya alias tanpa jendral Kausar. Wkwk *apasih -_- abaikan
saat itu yang saya inginkan adalah mengosongkan pikiran, agar dapat menampung ilmu yang disampaikan. Meskipun itu kurang baik, karena kata plutarc “pikiran itu bukan sebuah bejana untuk diisi, tapi api untuk dinyalakan”. Wow!!

Depan gedung PLN, tempat kita buat nungguin kemas. Haha
Ngga sih, itu Cuma tempat nyantai dan cerita-cerita sama jendral-jendril taplok yang ceria, yang suka bercanda, yang murah senyum, yang hobinya nanya-nanya.
Tuh kan bener, aku dapet giliran ditanya. Kira-kira pertanyaannya kaya gini nih, “wawancara sama jendral dan jendril dapet apa aja?”
saya jawab, “dapet nama, nim, jabatan, kesan dan pesan mereka ke kita” hoho

“Pradawihaya, komando saya ambil alih, bentuk 2 banjar dihadapanku sekarang”.
ya ampun baru juga bentar disitu udah mau dimobilisasi aja sih.
Selasar double helix, itu kakak-kakak jendral dan jendril lagi pada ngitungin apa sih cepet banget. Wahaha ternyata lagi ngitung seberapa cepat kita berbaris toh, saya kirain apa. 40 hitungan , ckck, dan akhirnya dapet konsekuensi dari jendral danlap. Euis maju dan bilang bahwa dia meolak konsekuensi yang diberikan danlap, karena tidak sesuai dengan persepsi dan kesepakatan kita pada saat PKKM kemarin. Telat 20 hitungan sama dengan 20 seri. Ya kali segitu banyaknya mau dilakuin aja. 
Sejauh mana kita mengenal seseorang, apakah dengan tau nama panjang merupakan indikatornya?
Ah, kakak jendral dan jendril, ngga semua orang punya ingatan yang sama, ngga semua orang punya cara yang sama untuk mengenal orang. Termasuk di dalamnya adalah saya, yang punya masalah dalam mengingat nama seseorang. Jangankan yang baru saya kenal, orang yang berahun-tahun saya kenal kadang lupa nama panjangnya. Kalau untuk sekedar tahu, mungkin saya bakal sering latihan menghafal nama, dengan begitu yang dimaksud mengenal menurut jendral akan saya penuhi. Oke intinya sih lagi dilatih buat jadi orang yang solutif terhadap permasalahan dan agar lebih akrab dan mengenal satu sama lain anggota Pradawihaya.

Pindah ke taman alat deh, bosen di sana ngedengerin orang yang teriak-teriak, jadi pengen tidur bawaannya. Diperkenalkan banyak alat untuk observasi meteorologi, dan banyak alatnya yang udah rusak. Oke fix cuma diajak kenal doang kan ya sama alat. Seperti biasa karena ini sesi penyampaian materi pasti ada yang ngejelasin lah ya.. dijelasin banyak hal mengenai alat-alat yang digunakan saat observasi meteorologi dan cara menggunakannya. Udah deh saya ingetnya cuma itu.

Ke ruangan, entah apa namanya, saya lupa. Nah disini kita sharing keprofesian dengan kakak-kakak dari Teknik Lingkungan, Planologi, dan Fisika Teknik. Pokok bahasannya sih seru, tapi dari tadi kok yang dibicarakan adalah mereka membutuhkan para meteorologis untuk pengambilan data. Cuma itu ya? Ngga sih sebenernya, terus?
Udah ah terlalu banyak berpikir membuat saya lapar, makan aja deh dulu.
Eh tau tau udah selesai aja. Pindah lagi yuk...

Deket selasar kebab, kita sholat dzuhur berjama’ah. Selesai sholat, kita kumpul lagi buat sharing pengalaman hari ini sama jendral-jendril taplok.

Yah ada jendral Tyo, tuh kan bener, dikasih tugas lagi. Ceritanya udahan deh. Dah.......

ada quote nih,
ayo jalan, jangan terlalu banyak mikir. nanti pusing juga bikin laper. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KTM (Kartu Tanda berkeMahasiswaan)

Siapa kamu? kenapa kamu di sini? apa tujuanmu? pertanyaan-pertanyaan ini sudah seharusnya kita tanyakan pada diri kita sendiri yang ngakunya sebagai "Mahasiswa". siapa sih sebenarnya kita? pertanyaan ini merujuk kepada jawaban akan identitas kita, jati diri kita, bukan hanya status. Nah, identitas mahasiswa yang seperti apa sih yang kita miliki? dalam OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) disampaikan materi mengenai hakikat hidup, identitas mahasiswa, asean community, dan berkemahasiswaan, yang tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai yang baik kepada para mahasiswa baru juga kepada panitianya. seberapa pentingkah materi itu untuk disampaikan? jawabannya sangat penting. coba bayangkan saja seandainya materi tersebut tidak tersampaikan, apakah mereka dapat menentukan identitas dirinya sebagai mahasiswa dengan sendirinya? lalu, isu-isu global yang sedang hangat dibicarakan, apakah mereka memikirkan dan sedang mempersiapkan diri untuk itu? mengenai identitas mahasiswa it...

EFEK GAS RUMAH KACA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN RUMUS CLAUSIUS-CLAYPERON

Gas rumah kaca merupakan gas yang terdapat di atmosfer   yang mereduksi pelepasan panas oleh permukaan bumi dan dapat mempengaruhi temperature global. Atmosfer bumi dapat menyerap radiasi datang matahari kemudian memanaskan bumi. Radiasi yang datang dari matahari sekitar 343 W/   sedangkan yang diserap oleh permukaan bumi sekitar 168 W/ . Gas tersebut sangat penting dalam menjaga suhu di bumi agar tetap bisa ditinggali oleh mahluk hidup, sehingga tanpa adanya gas rumah kaca suhu di bumi akan sangat dingin (sekitar -19 o C). Gas rumah kaca di atmosfer tergolong gas variabel karena konsentrasinya dapat berubah terhadap ruang dan waktu. Jika diurutkan dari yang volumenya tertinggi ke terendah, gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi antara lain uap air (H 2 O), karbon dioksida (CO 2 ), metana (CH 4 ), dinitrogen oksida (N 2 O), chlorofluorocarbon (CFC), dan ozon (O 3 ). Sumber gas rumah kaca paling banyak diakibatkan oleh proses-proses alami dan antropogenik. Sebelum adanya mas...

PROYEKSI PERUBAHAN TEMPERATUR GLOBAL TERHADAP KENAIKAN MUKA LAUT DI PULAU - PULAU DI INDONESIA 100 TAHUN MENDATANG.

Nama: Lilik Bayyinah NIM: 12813031 Hasil analisis proyeksi SPL memperlihatkan adanya kenaikan rata-rata mencapai 1–1.2 °C pada tahun 2050 relatif terhadap SPL tahun 2000 (Bappenas, 2010b). Tren kenaikan ini masih dalam rentang kenaikan temperatur global sehingga cukup konsisten dengan hasil analisis model-model AR4-IPCC untuk temperature permukaan. Meskipun demikian, seperti dijelaskan sebelumnya, pengaruh keragaman iklim global terhadap variasi SPL di perairan Indonesia sangat signifikan. Sebagai contoh, kejadian El Nino dan DM (+) kuat pada tahun 1997/98 menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap lingkungan perairan Indonesia yang berakibat kepada kerusakan terumbu karang. Kenaikan TML atau sea lever rise (SLR) memberikan potensi ancaman yang sangat besar terhadap Indonesia yang terdiri dari banyak pulau besar dan kecil. Pada tahun 2050, SLR akibat pemanasan global diproyeksikan mencapai 35–40 cm relatif terhadap nilai tahun 2000. Berdasarkan hasil ini, SLR maksi...