Langsung ke konten utama

Diksar PKKM 1 “Cogito Ergo Sum” aku merasa ada di sini setelah aku mulai giat berpikir.


Waduh sebenernya yang paling saya inget pada pertemuan ini adalah diskusi. Oke lah mundur beberapa jam sebelum diskusi interaktif dengan jendral dan jendril. Mobilisasi, ya mobilisasi, selalu ada kata seperti itu dalam setiap pertemuan kita. Diarahkan menuju tempat yang jarang dilalui orang, tujuannya agar khidmat dalam setiap kegiatannya. Tapi tetep aja sih yang namanya ruangan terbuka apalagi itu di dalam kampus, pasti berisik. Yang paling berkesan di awal kegiatan adalah sholat Isya berjama’ah, menurut saya ini kaderisasi yang keren. Setelah sholat kita cek spek.
Pindah instruksi kita juga pindah tempat. Tempat kedua adalah tempat yang paling menyeramkan. Menyeramkan? Emang iya ya? Kayaknya ngga juga sih. Yaudahlah abaikan. Di tempat yang kedua ini instruksi untuk membentuk barisan langsung dipimpin oleh danlap. Di sini, entah berapa lama waktunya, karena saya tidak bawa jam jadi ngga tau berapa lama kita di situ. Semuanya diam, mendengarkan. Eh ngga semuanya diam sih kan ada danlap yang lagi ngomong. Oke maksudnya kita “Pradawihaya” diam mendengarkan orasi dari jendral. Isi dari orasinya sih sebenernya membuka secara resmi kegiatan PKKM. Parahnya saya baru tau PKKM itu singkatan dari apa pada saat danlap ngomong, ternyata singkatan dari Pendidikan Keprofesian dan Kehimpunanan Meteorologi, oh...
tutup mata, tutup telinga, dan tundukan kepala, adalah kalimat perintah yang paling menyiksa buat saya, karena godaan buat tidur itu makin besar apalagi malam hari. Yes, kegiatannya resmi dibuka, dapet slayer lagi biar keliatankalau kita lagi osjur gitu.
Sebuah tanda yang disematkan pada kita adalah suatu amanah yang tidak bisa lagi kita remehkan, ditambah dengan ucapan janji kesiapan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Kalimat dari danlap mengenai harapannya untuk angkatan kita adalah kalimat yang tidak ingin saya dengar, rasanya pengen tutup telinga rapat-rapat, karena saya tidak ingin membuat mereka kecewa jika yang saya lakukan tidak sesuia harapan mereka. Tapi saya sadar, saya bukan lagi seorang siswa tapi kami mahasiswa, bukan lagi sebagai penggalang tapi sebagai penegak, bukan lagi pemikiran bocah tapi pemikiran dewasa, bukan lagi untuk mempersiapkan diri tapi ikut serta dalam membangun masyarakat.
Haduh saya tidak ingin berlama-lama berda disini dan meriview tentang kegiatan yang dilakukan di tempat ini (selasar Double Helix), rasanya seperti....
Langsung pindah tempat lagi deh, sebenernya tempatnya sama sih kayak tempat pertama tapi bahasannya doang yang beda.
diskusi interaktif. Menarik 
permasalahan banjir Bandung selatan, dari mulai penyebab, akibat, proses-proses terjadinya banjir dibahas disini. Namaya sih diskusi, tapi kok saya diem aja ya pas di sini. Lagi ngga ada ide, laper, ngantuk, ngga ngerti, ngga punya pengetahuan yang cukup untuk itu, malu. Mungkin hal-hal itu penyebabnya.
Yeah.. dapet tugas, tugasnya berupa diskusi lagi waktunya Cuma 1 malam. Siap laksanakan. Meskipun diskusi dengan jendral dan jendril saya pasif, diskusi dengan kelompok 2 saya juga masih pasif sih, tapi setidaknya saya mendengarkan dan dapet ilmu dari Hanif mengenai siklon tropis. Beberapa kali saya juga ikut ngomong sih, menawarkan ide-ide, menanyakan sesuatu yang saya ngga ngerti, dll. Akhirnya tugas selesi dilaksanakan, keren nih kelompok 2. Makasih ya Hanif, Audi, Dewi, Rigel, Roby, kalian luar biasa..
Hari ini saya belajar untuk lebih giat menggunakan otak saya, belajar untuk kritis, belajar untuk mengeksplorasi kehebatan pikiran, karena dengan seperti itulah kita benar-benar merasa diri kita ada di tengah-tengah banyak orang.

Alhamdulillah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KTM (Kartu Tanda berkeMahasiswaan)

Siapa kamu? kenapa kamu di sini? apa tujuanmu? pertanyaan-pertanyaan ini sudah seharusnya kita tanyakan pada diri kita sendiri yang ngakunya sebagai "Mahasiswa". siapa sih sebenarnya kita? pertanyaan ini merujuk kepada jawaban akan identitas kita, jati diri kita, bukan hanya status. Nah, identitas mahasiswa yang seperti apa sih yang kita miliki? dalam OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) disampaikan materi mengenai hakikat hidup, identitas mahasiswa, asean community, dan berkemahasiswaan, yang tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai yang baik kepada para mahasiswa baru juga kepada panitianya. seberapa pentingkah materi itu untuk disampaikan? jawabannya sangat penting. coba bayangkan saja seandainya materi tersebut tidak tersampaikan, apakah mereka dapat menentukan identitas dirinya sebagai mahasiswa dengan sendirinya? lalu, isu-isu global yang sedang hangat dibicarakan, apakah mereka memikirkan dan sedang mempersiapkan diri untuk itu? mengenai identitas mahasiswa it...

EFEK GAS RUMAH KACA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN RUMUS CLAUSIUS-CLAYPERON

Gas rumah kaca merupakan gas yang terdapat di atmosfer   yang mereduksi pelepasan panas oleh permukaan bumi dan dapat mempengaruhi temperature global. Atmosfer bumi dapat menyerap radiasi datang matahari kemudian memanaskan bumi. Radiasi yang datang dari matahari sekitar 343 W/   sedangkan yang diserap oleh permukaan bumi sekitar 168 W/ . Gas tersebut sangat penting dalam menjaga suhu di bumi agar tetap bisa ditinggali oleh mahluk hidup, sehingga tanpa adanya gas rumah kaca suhu di bumi akan sangat dingin (sekitar -19 o C). Gas rumah kaca di atmosfer tergolong gas variabel karena konsentrasinya dapat berubah terhadap ruang dan waktu. Jika diurutkan dari yang volumenya tertinggi ke terendah, gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi antara lain uap air (H 2 O), karbon dioksida (CO 2 ), metana (CH 4 ), dinitrogen oksida (N 2 O), chlorofluorocarbon (CFC), dan ozon (O 3 ). Sumber gas rumah kaca paling banyak diakibatkan oleh proses-proses alami dan antropogenik. Sebelum adanya mas...

PROYEKSI PERUBAHAN TEMPERATUR GLOBAL TERHADAP KENAIKAN MUKA LAUT DI PULAU - PULAU DI INDONESIA 100 TAHUN MENDATANG.

Nama: Lilik Bayyinah NIM: 12813031 Hasil analisis proyeksi SPL memperlihatkan adanya kenaikan rata-rata mencapai 1–1.2 °C pada tahun 2050 relatif terhadap SPL tahun 2000 (Bappenas, 2010b). Tren kenaikan ini masih dalam rentang kenaikan temperatur global sehingga cukup konsisten dengan hasil analisis model-model AR4-IPCC untuk temperature permukaan. Meskipun demikian, seperti dijelaskan sebelumnya, pengaruh keragaman iklim global terhadap variasi SPL di perairan Indonesia sangat signifikan. Sebagai contoh, kejadian El Nino dan DM (+) kuat pada tahun 1997/98 menyebabkan perubahan yang sangat besar terhadap lingkungan perairan Indonesia yang berakibat kepada kerusakan terumbu karang. Kenaikan TML atau sea lever rise (SLR) memberikan potensi ancaman yang sangat besar terhadap Indonesia yang terdiri dari banyak pulau besar dan kecil. Pada tahun 2050, SLR akibat pemanasan global diproyeksikan mencapai 35–40 cm relatif terhadap nilai tahun 2000. Berdasarkan hasil ini, SLR maksi...