Waduh sebenernya yang paling saya
inget pada pertemuan ini adalah diskusi. Oke lah mundur beberapa jam
sebelum diskusi interaktif dengan jendral dan jendril. Mobilisasi, ya
mobilisasi, selalu ada kata seperti itu dalam setiap pertemuan kita.
Diarahkan menuju tempat yang jarang dilalui orang, tujuannya agar
khidmat dalam setiap kegiatannya. Tapi tetep aja sih yang namanya
ruangan terbuka apalagi itu di dalam kampus, pasti berisik. Yang
paling berkesan di awal kegiatan adalah sholat Isya berjama’ah,
menurut saya ini kaderisasi yang keren. Setelah sholat kita cek spek.
Pindah instruksi kita juga pindah
tempat. Tempat kedua adalah tempat yang paling menyeramkan.
Menyeramkan? Emang iya ya? Kayaknya ngga juga sih. Yaudahlah abaikan.
Di tempat yang kedua ini instruksi untuk membentuk barisan langsung
dipimpin oleh danlap. Di sini, entah berapa lama waktunya, karena
saya tidak bawa jam jadi ngga tau berapa lama kita di situ. Semuanya
diam, mendengarkan. Eh ngga semuanya diam sih kan ada danlap yang
lagi ngomong. Oke maksudnya kita “Pradawihaya” diam mendengarkan
orasi dari jendral. Isi dari orasinya sih sebenernya membuka secara
resmi kegiatan PKKM. Parahnya saya baru tau PKKM itu singkatan dari
apa pada saat danlap ngomong, ternyata singkatan dari Pendidikan
Keprofesian dan Kehimpunanan Meteorologi, oh...
tutup mata, tutup telinga, dan tundukan kepala, adalah kalimat perintah yang paling menyiksa buat saya, karena godaan buat tidur itu makin besar apalagi malam hari. Yes, kegiatannya resmi dibuka, dapet slayer lagi biar keliatankalau kita lagi osjur gitu.
tutup mata, tutup telinga, dan tundukan kepala, adalah kalimat perintah yang paling menyiksa buat saya, karena godaan buat tidur itu makin besar apalagi malam hari. Yes, kegiatannya resmi dibuka, dapet slayer lagi biar keliatankalau kita lagi osjur gitu.
Sebuah tanda yang disematkan pada
kita adalah suatu amanah yang tidak bisa lagi kita remehkan, ditambah
dengan ucapan janji kesiapan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.
Kalimat dari danlap mengenai harapannya untuk angkatan kita adalah
kalimat yang tidak ingin saya dengar, rasanya pengen tutup telinga
rapat-rapat, karena saya tidak ingin membuat mereka kecewa jika yang
saya lakukan tidak sesuia harapan mereka. Tapi saya sadar, saya bukan
lagi seorang siswa tapi kami mahasiswa, bukan lagi sebagai penggalang
tapi sebagai penegak, bukan lagi pemikiran bocah tapi pemikiran
dewasa, bukan lagi untuk mempersiapkan diri tapi ikut serta dalam
membangun masyarakat.
Haduh saya tidak ingin berlama-lama
berda disini dan meriview tentang kegiatan yang dilakukan di tempat
ini (selasar Double Helix), rasanya seperti....
Langsung pindah tempat lagi deh,
sebenernya tempatnya sama sih kayak tempat pertama tapi bahasannya
doang yang beda.
diskusi interaktif. Menarik
permasalahan banjir Bandung selatan, dari mulai penyebab, akibat, proses-proses terjadinya banjir dibahas disini. Namaya sih diskusi, tapi kok saya diem aja ya pas di sini. Lagi ngga ada ide, laper, ngantuk, ngga ngerti, ngga punya pengetahuan yang cukup untuk itu, malu. Mungkin hal-hal itu penyebabnya.
diskusi interaktif. Menarik
permasalahan banjir Bandung selatan, dari mulai penyebab, akibat, proses-proses terjadinya banjir dibahas disini. Namaya sih diskusi, tapi kok saya diem aja ya pas di sini. Lagi ngga ada ide, laper, ngantuk, ngga ngerti, ngga punya pengetahuan yang cukup untuk itu, malu. Mungkin hal-hal itu penyebabnya.
Yeah.. dapet tugas, tugasnya berupa
diskusi lagi waktunya Cuma 1 malam. Siap laksanakan. Meskipun diskusi
dengan jendral dan jendril saya pasif, diskusi dengan kelompok 2 saya
juga masih pasif sih, tapi setidaknya saya mendengarkan dan dapet
ilmu dari Hanif mengenai siklon tropis. Beberapa kali saya juga ikut
ngomong sih, menawarkan ide-ide, menanyakan sesuatu yang saya ngga
ngerti, dll. Akhirnya tugas selesi dilaksanakan, keren nih kelompok
2. Makasih ya Hanif, Audi, Dewi, Rigel, Roby, kalian luar biasa..
Hari ini saya belajar untuk lebih
giat menggunakan otak saya, belajar untuk kritis, belajar untuk
mengeksplorasi kehebatan pikiran, karena dengan seperti itulah kita
benar-benar merasa diri kita ada di tengah-tengah banyak orang.
Alhamdulillah..
Komentar
Posting Komentar